BNNews Kalimantan – Prof. Dr. Muhammad, M. Ag., lahir di Bima, Nusa Tenggara Barat, pada 24 Mei 1971. Ia mengunjungi Dara Bugis, Bulukumba, Sulawesi Selatan, 28 Februari 2002, dan telah dikarunia tiga orang putra; Ridhani Ulil Ilmi (21) tahun, semester 8, Hubungan Internasional, FISIP; Rif’an Ilman Nafi’an (19) tahun, mahasiswa Ilmu Politik FISIP; dan Haikal Fajrul Ulum, mahasiswa Ilmu Hukum semester 2, masing-masing di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Prof Muhammad merupakan sosok sejarawan senior Indonesia yang menempuh perjalanan panjang dalam dunia pendidikan tinggi, penelitian, pengabdian, serta kepemimpinan masyarakat sosial-keagamaan. Kiprah intelektualnya tumbuh melalui proses pengabdian yang tidak singkat, dibangun dari ruang-ruang akademik, medan pengabdian masyarakat, hingga forum-forum strategi pembangunan daerah.
Dalam diri beliau, tradisi keilmuan Islam, wawasan kebangsaan, dan pengalaman kepemimpinan bertemu dalam satu karakter yang matang, moderat, dan berorientasi pada kemajuan peradaban.
Sebelum menjadi Guru Besar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, beliau terlebih dahulu mengabdikan dirinya sebagai dosen di IAIN Palangka Raya sejak tahun 2000 hingga 2021.
Pengabdian selama lebih dari dua dekade tersebut bukan sekadar perjalanan profesi akademik, melainkan bagian dari proses panjang membangun kultur intelektual di lingkungan perguruan tinggi Islam.
Di kampus inilah beliau menorehkan sejarah penting sebagai doktor pertama pada tahun 2006 dan profesor pertama pada tahun 2014. Capaian tersebut menjadi simbol dedikasi intelektual, ketekunan akademik, sekaligus kontribusi besar terhadap penguatan kapasitas kelembagaan dan peningkatan marwah institusi akademik.
Perjalanan akademik beliau menunjukkan bahwa, pendidikan tinggi bukan hanya ruang transfer pengetahuan, tetapi juga ruang terbentuknya peradaban. Oleh karena itu, aktivitas beliau tidak berhenti di ruang kuliah atau publikasi ilmiah semata. Di Bumi Tambun Bungai, Prof. Muhammad dikenal luas sebagai ilmuwan, peneliti, penulis, dan tokoh pemikir daerah yang aktif memberi sumbangsih terhadap pembangunan intelektual dan kebijakan publik.
Perspektif keilmuannya yang terbuka dan kontekstual membuat beliau sering hadir dalam berbagai forum strategi yang membahas masalah ekonomi, sosial, keagamaan, hingga pembangunan daerah.
Kapasitas tersebut kemudian memberikannya kepercayaan memegang sejumlah posisi strategis, di antaranya sebagai Ketua Departemen Bidang Ekonomi dan Ketahanan Pangan Dewan Riset Daerah Kalimantan Tengah. Dalam posisi ini, beliau terlibat dalam pemberdayaan gagasan pembangunan daerah berbasis penelitian, ketahanan ekonomi masyarakat, serta pengembangan potensi lokal.
Setelah itu, dia juga dipercaya menjadi Sekretaris Dewan Riset Daerah Kota Palangka Raya, sebuah amanah yang semakin menampilkan kemampuan dia dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan nyata pembangunan masyarakat.
*(Tim/Red)




























Discussion about this post