BNNews – Lebak, Warga Kampung Pamatang, Desa Pasindangan, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Banten. Secara kolektif dan kolegial melaksanakan pembangunan jalan poros Desa, melalui swadaya masyarakat. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian warga terhadap kebutuhan infrastruktur yang selama ini menjadi akses utama bagi aktivitas masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan, warga bergotong royong menyumbangkan tenaga, waktu, hingga material yang diperlukan demi terwujudnya jalan yang lebih layak dan nyaman digunakan. Pembangunan ini menjadi bukti bahwa nilai gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Ketua RT 002 Kampung Pamatang Satri, disela kegiatan Jumat, (5/6/2026) kepada awak media menyampaikan. Saya apresiasi seluruh warga kampung pamatang yang telah menunjukkan kekompakan dalam mendukung pembangunan jalan poros desa
“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias, jalan ini merupakan kebutuhan bersama. Seluruh warga dengan kesadaran sendiri ikut berpartisipasi demi kepentingan lingkungan dan kemajuan kampung. Pembangunan jalan poros desa kampung pamatang dibuat dengan rabat beton, panjang 50 meter dan lebar 2 meter,” ujar Satri.
Sementara itu, Busro Ketua RW 008 menilai bahwa pembangunan yang dilakukan secara swadaya adalah bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan yang membutuhkan perhatian.
“Kekompakan masyarakat menjadi modal utama pembangunan. Apa yang dilakukan hari ini menunjukkan bahwa warga memiliki rasa peduli tinggi terhadap kampungnya dan tidak ingin hanya menjadi penonton terhadap kondisi yang ada,” katanya.
Jahid, salah satu tokoh masyarakat Kampung Pamatang berharap, semangat gotong royong yang ditunjukkan warga dapat menjadi perhatian khusus bagi seluruh pihak dalam penyusunan segala prioritas pembangunan desa.
“Kami mengapresiasi berbagai upaya pembangunan yang telah dilakukan. Namun, kegiatan swadaya masyarakat ini menjadi gambaran, bahwa masih ada kebutuhan infrastruktur yang dirasakan langsung oleh warga dan memerlukan perhatian lebih serius agar pembangunan dapat secara merata,” ungkap Jahid.
Menurutnya, masyarakat tidak pernah berhenti mendukung pembangunan desa. Akan tetapi, aspirasi dan kebutuhan dasar warga, khususnya terkait akses jalan yang menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial, diharapkan dapat memperoleh porsi yang lebih besar dalam agenda pembangunan desa ke depan.
“Ketika masyarakat dengan segala keterbatasannya mampu bergotong royong membangun jalan secara mandiri, hal tersebut menunjukkan tingginya rasa peduli masyarakat. Semangat ini akan lebih optimal bila mendapat dukungan dan perhatian yang seimbang dari para pemangku kebijakan,” tambah Jahid.
Pembangunan jalan di Kampung Pamatang ini menjadi bukti nyata, bahwa kebersamaan dan gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat dalam menjawab berbagai kebutuhan pembangunan.
Di sisi lain, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa sinergi antara masyarakat dan pemerintah desa sangat diperlukan agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat, merata, dan tepat sasaran.
“Gotong royong adalah kekuatan masyarakat. Pembangunan yang berkelanjutan lebih terwujud ketika semangat warga bertemu dengan kebijakan yang berpihak pada masyarakat.”
(WN/Obet)



































Discussion about this post